A. Pengertian Geografi
Istilah Geografi berasal dari bahasa
Yunani geo yang artinya bumi dan graphien yang
artinya pencitraan. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menggambarkan segala
sesuatu yang ada di permukaan bumi. Beberapa definisi Geografi yang dikemukakan
para ahli geografi, antara lain sebagai berikut.
1. Bintarto (1977)
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang
mencitrakan, menerangkan sifatsifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam, dan
penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha
mencari fungsi dari unsurunsur bumi dalam ruang dan waktu. Di sini dijelaskan
bahwa geografi tidak hanya mempelajari alam (bumi) beserta gejala-gejalanya,
tetapi geografi juga mempelajari manusia beserta semua kebudayaan yang
dihasilkannya.
2. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha
(1980)
Geografi adalah deskripsi dan penjelasan
yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannyatentang hal yang selalu
berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas
Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di bumi yang selalu
berubah dari masa ke masa. Contoh:
a. Perubahan cuaca maupun iklim pada
suatu tempat atau wilayah.
b. Perubahan kesuburan tanah akibat dari
proses erosi dan pelapukan yang
sangat tinggi.
3. Hartshorne (1960)
Geografi adalah ilmu yang berkepentingan
untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat
variabel permukaan bumi. Dalam pandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu
yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara
teliti, beraturan, dan rasional. Contoh, seorang ahli geografi setelah
melakukan analisis kewilayahan mampu membagi suatu wilayah menjadi beberapa
satuan lahan yang potensial maupun lahan yang tidak potensial. Pembagian ini
didasarkan pada beberapa parameter kebumian yang sesuai dengan syarat-syarat
peruntukannya.
4. Yeates (1963)
Geografi adalah ilmu yang memerhatikan
perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di
permukaan bumi. Dalam pandangan Yeates, geografi adalah ilmu yang berperanan
dalam perkembangan suatu lokasi yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di
permukaan bumi dengan tidak mengenyampingkan alasan-alasan yang rasional.
5. Alexander (1958)
Geografi adalah studi tentang pengaruh
lingkungan alam pada aktivitas manusia. Dalam pandangan Alexander inilah mulai
dibahas tentang hubungan timbal balik antara aktivitas manusia serta
pengaruhnya terhadap lingkungan alam. Contoh, penebangan hutan yang tidak
terkendali oleh manusia mengakibatkan terjadinya kerusakan lahan dan
penggundulan hutan, yang dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah
longsor.
6. Karl Ritther (1859)
Geografi adalah suatu telaah mengenai
bumi sebagai tempat hidup manusia. Dalam kajiannya, studi geografi mencakup
semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi, baik alam organik maupun alam
anorganik yang terkait dengan kehidupan manusia, termasuk aktivitas manusia
juga turut dibahas. Contohnya, sungai adalah bagian dari alam anorganik yang
mempunyai kaitan langsung dengan kehidupan manusia.
7. Von Ricthoffen (1905)
Geografi adalah studi tentang gejala dan
sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya,
dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat
tersebut.
8. Paul Vidal de La Blace (1915)
Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara,
di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam
ini.
Dari definisi-definisi di atas dapat
disimpulkan bahwa pada intinya ilmu geografi terpusat pada gejala geosfer dalam
kaitan hubungan persebaran dan interaksi keruangan.
Bila kita perhatikan, terdapat suatu
kesan bahwa definisi geografi selalu mengalami perubahan sesuai dengan
perkembangan dan tingkat keluasan ilmu geografi saat definisi itu dikemukakan.
Namun, jika dicermati lebih jauh terdapat suatu kesamaan sudut pandang dari
para ahli tersebut, mereka memandang permukaan bumi sebagai lingkungan yang
memengaruhi kehidupan manusia, di mana manusia mempunyai pilihan untuk
membangun atau merusaknya.
Persamaan pandang yang lain adalah
adanya suatu perhatian dari definisi geografi yang menelaah tentang persebaran
manusia dalam ruang dan keterkaitan manusia dengan lingkungannya. Jelaslah di
sini bahwa kajian ilmu geografi yang paling utama adalah menelaah bumi dalam
konteks hubungannya dengan kehidupan manusia.
Geografi sebagai Ilmu
Pengetahuan
Geografi banyak
mendeskripsikan tentang gejala-gejala yang ada maupun terjadi di permukaan
bumi, termasuk interaksi manusia dengan alam lingkungannya.
Tujuan
pembelajaran Geografi meliputi tiga aspek, yaitu pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.
a. Pengetahuan
1)
Mengembangkan
konsep dasar Geografi yang berkaitan dengan pola keruangan dan
proses-prosesnya.
2) Mengembangkan pengetahuan sumber
daya alam, peluang, dan keterbatasannya untuk dimanfaatkan.
3) Mengembangkan konsep dasar Geografi
yang berhubungan denganlingkungan sekitar dan wilayah negara/dunia.
b. Keterampilan
b. Keterampilan
1)
Mengembangkan
keterampilan mengamati lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan
binaan.
2)
Mengembangkan keterampilan
mengumpulkan, mencatat data, dan informasi yang berkaitan dengan aspek-aspek
keruangan.
3)
Mengembangkan
keterampilan analisis, sintesis, kecenderungan, dan hasil-hasil dari interaksi
berbagai.gejala.geografis.
c. Sikap
c. Sikap
1)
Menumbuhkan
kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang terjadi di lingkungan
sekitar.
2)
Mengembangkan
sikap melindungi dan tanggung jawab terhadap kualitas lingkungan hidup.
3)
Mengembangkan
kepekaan terhadap permasalahan dalam hal pemanfaatan sumber daya.
4)
Mengembangkan
sikap toleransi terhadap perbedaan sosial dan budaya.
5)
Mewujudkan rasa
cinta tanah air dan persatuan bangsa.
Fungsi pembelajaran geografi adalah sebagai berikut :
a.
Mengembangkan pengetahuan tentang pola-pola keruangan dan proses yang
berkaitan.
b.
Mengembangkan keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi,
mengomunikasikan dan menerapkan pengetahuan geografi.
c.
Menumbuhkan sikap, kesadaran, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan
sumber daya serta tolenransi terhadap keragaman sosial-budaya masyarakat.
Ilmu dan sarana bantu geografi dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan
antargejala di permukaan bumi dari berbagai aspek kehidupan, contohnya dalam
bidang pertanian dan industri.
B. Konsep-konsep Geografi
10 Konsep Esensial Geografi :
10 konsep esensial geografi menurut Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi
tahun 1998:
Banyak para ahli yang memberikan konsep-konsep tentang geografi, sehingga
perlu dibentuk konsep dasar bagi perkembangan geografi di Indonesia.
Untuk itu, diselenggarakan Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998 yang menghasilkan kesepatan berupa 10 konsep esensial geografi, yaitu sebagai berikut:
Untuk itu, diselenggarakan Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998 yang menghasilkan kesepatan berupa 10 konsep esensial geografi, yaitu sebagai berikut:
1) Konsep lokasi
Suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan
dengan harga. Misalnya:
a. Di
daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal.
b. Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
b. Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
2) Konsep jarak
Jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga manusia
cenderung akan memperhitungkan jarak, Misalnya:
a. Harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan
dengan harga tanah.di.pedesaan.
b. Peternakan ayam cenderung mendekati kota sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan ditempatkan jauh dari kota.
b. Peternakan ayam cenderung mendekati kota sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan ditempatkan jauh dari kota.
3) Konsep keterjangkauan
Hubungan atau interaksi antartempat dapat dicapai, baik dengan menggunakan
sarana transportasi umum, tradisional, atau jalan kaki. Misalnya:
a. Keterjangkauan, Jakarta – Biak (pesawat terbang); Bandung – Jakarta
(kereta api).
b. Daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi.apabila.tidak.ada.transportasi.
c. Suatu daerah tidak akan berkembang apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.
b. Daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi.apabila.tidak.ada.transportasi.
c. Suatu daerah tidak akan berkembang apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.
4) Konsep pola
Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam,
hubungannya dengan pola persebaran, seperti sebagai berikut.
a. Pola aliran sungai terkait dengan jenis batuan dan struktur geologi.
b. Pola pemukiman terkait dengan sungai, jalan, bentuk lahan, dan sebagainya.
b. Pola pemukiman terkait dengan sungai, jalan, bentuk lahan, dan sebagainya.
5) Konsep morfologi
Bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan
aktivitas manusia. Misalnya:
a. Bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan,
ketebalan lapisan tanah,.ketersediaan.air,.dan.sebagainya.
b. Pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.
b. Pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.
6) Konsep aglomerasi
Pengelompokan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah, Misalnya:
a. Masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok pada tingkat sejenis,
sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh, daerah perumnas, pedagang besi tua,
pedagang barang atau pakaian.bekas,.dan.lain-lain.
b. Enam puluh delapan persen industri tekstil Indonesia berada di Bandung.
b. Enam puluh delapan persen industri tekstil Indonesia berada di Bandung.
7) Konsep nilai kegunaan
Manfaat suatu wilayah atau daerah mempuyai nilai tersendiri bagi orang yang
menggunakannya. Misalnya:
a. Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan, seperti di Puncak
antara Bogor dengan.Cianjur,.banyak.dijadikan.tempat.peristirahatan.dan.rekreasi.
b. Lahan pertanian yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan/pegawai kantor.
b. Lahan pertanian yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan/pegawai kantor.
8) Konsep interaksi dan interdependensi
Setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan
hubungan dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik
dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain.
Misalnya: gerakan orang, barang, dan gagasan dari suatu tempat ke tempat lain
seperti,
a. Pergerakan penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik), dan
migrasi.
b. Pergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.
c. Pergerakan berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain, terhadap pembaca atau pemirsa.
b. Pergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.
c. Pergerakan berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain, terhadap pembaca atau pemirsa.
9) Konsep differensiasi area (struktur keruangan atau
distribusi keruangan)
Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah di permukaan bumi
memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya. Misalnya:
a. Fenomena yang berbeda dari suatu tempat
ke tempat lain, seperti:
1. jarak dekat, jarak sedang, atau jarak jauh.
2. pemukiman padat, sedang, atau jarang
b. Pertanian sayuran dihasilkan di daerah pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang relatif datar.
1. jarak dekat, jarak sedang, atau jarak jauh.
2. pemukiman padat, sedang, atau jarang
b. Pertanian sayuran dihasilkan di daerah pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang relatif datar.
10) Konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan)
Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain,
atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial
penduduknya. Misalnya, jika dikaji melalui peta, maka terdapat konservasi
spasial (keterkaitan wilayah) antara wilayah A, B, C, dan D.
Sepuluh konsep tersebut, sengaja dibuat untuk penyatu bahasaan pemikiran
geografi, semuanya merupakan awal dari memahami geografi. Dengan demikian,
pendidikan geografi mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi harus
mencakup sepuluh konsep tersebut, hanya materi yang diberikan sesuai dengan
jenjang pendidikannya.
Sumber Waluya, Bagja. 2007. Memahami Geografi SMA/ MA Kelas X
semester 1 dan 2. Bandung: Armico. Jakarta
C. Pendekatan Dalam Geografi
1. Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis
yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam
perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola
(spatial pattern), dan proses (spatial processess).(Yunus,.1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu:
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu:
(1) kenampakan titik (point features),
(2) kenampakan garis (line features), dan
(3).kenampakan.bidang.(areal.features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What?
Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur
2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia.
2. Pendekatan kelingkungan
Pendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi
yang terjadi pada lingkungan.Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan
hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.Interaksi tersebut
membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem.Salah satu teori dalam
pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang lingkungan.Geografi
berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang
membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region
lainnya.Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi
antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.
Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer.
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan :
Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer.
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan :
(1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik
tindakan manusia.
(2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
(2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai
berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku
(behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment).
Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan,
dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan
gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses
sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan
yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.
Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang.
Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.
Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang.
Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.
(1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah
longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk
mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di
lokasi itu.
(2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam
mengelola alam di lokasi tersebut.
(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).
(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak
yang ditimbulkan.
(5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.( makalah
kelompok 2 XG)
3. Pendekatan Kewilayahan
dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya
dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel
fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.
pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
Kesimpulannya:
pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahana dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. jadi fenomena, gejala, dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif- alternatif pemecahan masalah.
pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahana dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. jadi fenomena, gejala, dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif- alternatif pemecahan masalah.
D. Prinsip-prinsip Geografi
*4 Prinsip Geografi:
1. Prinsip Persebaran
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan persebaran gejala di
permukaan bumi yang cenderung tersebar tidak merata.
2. Prinsip Interelasi
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan hubungan timbal balik
(interelasi) antara gejala yang satu dan gejala yang lainnya.
3. Prinsip Deskripsi
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan pemaparan (deskripsi) suatu
gejala di permukaan bumi baik melalui tulisan, tabel, diagram, peta, atau
video.
4. Prinsip Korologi
(keruangan)
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan kajian gejala, fakta, dan
masalah geografi ditinjau dari aspek persebaran, interelasi, dan interaksinya
dalam ruang (permukaan bumi) yang membentuk suatu integritas atau kesatuan
tertentu.
E. Aspek Geografi
Willian Kirk menyusun struktur lingkungan geografi menjadi
2, yaitu :
1. Aspek
Fisikal
Aspek fisikal geografi meliputi :
a. Aspek Topologi
Membahas hal-hal yang berkenaan dengan letak atau
lokasi suatu wilayah, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah
yang mempunyai ciri-ciri khas tertentu.
b. Aspek Biotik
Membahas karakter fisik dari manusia, hewan dan
tumbuhan
c. Aspek Non Biotik
Membahas tentang tanah, air dan atmosfer
(termasuk iklim dan cuaca)
2. Aspek
NonFisik
Aspek ini menitikberatkan pada kajian manusia dari
segi karakteristik perilakunya. Pada aspek ini manusia dipandang sebagai fokus
utama dari kajian geografi dengan memperhatikan pola penyebaran manusia dalam
ruang dan kaitan perilaku manusia dengan lingkungannya. Beberapa kajian pada
aspek ini antara lain:
a. Aspek
Sosial
Membahas tentang adat, tradisi, kelompok masyarakat
dan lembaga sosial.
b. Aspek
Ekonomi
Membahas tentang industri, perdagangan, pertanian,
transportasi, pasar dan sebagainya
c. Aspek
Budaya
Membahas tentang Pendidikan, agama, bahasa, kesenian
dan lain-lain.
d. Aspek
Politik
Misalnya membahas tantang kepartaian dan
pemerintahan.
F. Manfaat Ilmu Geografi
Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari ilmu geografi. Secara umum
manfaat geografi ialah membantu dalam memahami kondisi negara sendiri dan
memahami dunia. Memahami negara sendiri karena dengan belajar geografi akan
mengetahui kelebihan dan kekurangan negara sendiri, baik keadaan alamnya maupun
kondisi manusianya, sehingga menumbuhkan perasaan nasionalisme. Selain itu,
dalam rangka otonomi daerah, keberadaan geografi sangat diperlukan untuk
mengetahui potensi daerahnya.
Memahami dunia sangat penting karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini sudah memasuki era globalisasi. Apa yang terjadi di belahan bumi lain akan segera diketahui, sehingga diperlukan pengetahuan tentang geografi negara lain. Misalnya, Perang Irak, Badai Katrina di Teluk Meksiko, dan Kerusuhan di Perancis. Selain itu, dengan mempelajari geografi akan mengetahui kelemahan dan kelebihan negara lain, yang menyangkut sumber daya alamnya maupun manusianya. Misalnya, dengan belajar geografi dapat diketahui bahwa Jepang merupakan negara miskin akan sumber daya alam, tetapi dari segi penduduknya memiliki kualitas yang baik, sehingga dapat dijadikan dasar untuk merencanakan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara Jepang.
Memahami dunia sangat penting karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini sudah memasuki era globalisasi. Apa yang terjadi di belahan bumi lain akan segera diketahui, sehingga diperlukan pengetahuan tentang geografi negara lain. Misalnya, Perang Irak, Badai Katrina di Teluk Meksiko, dan Kerusuhan di Perancis. Selain itu, dengan mempelajari geografi akan mengetahui kelemahan dan kelebihan negara lain, yang menyangkut sumber daya alamnya maupun manusianya. Misalnya, dengan belajar geografi dapat diketahui bahwa Jepang merupakan negara miskin akan sumber daya alam, tetapi dari segi penduduknya memiliki kualitas yang baik, sehingga dapat dijadikan dasar untuk merencanakan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara Jepang.
Kesimpulan Manfaat Geografi:
1.
Memetakan Persebaran Fenomena Di Permukaan Bumi
2. Penentuan Lokasi Pertanian, Industri, dan Permukiman
3. Penentuan Lokasi Transmigrasi
4. Pengembangan Prasarana Transportasi
5. Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya
6. Membantu Menyelesaikan Masalah Sosial dan Kemasyarakatan
2. Penentuan Lokasi Pertanian, Industri, dan Permukiman
3. Penentuan Lokasi Transmigrasi
4. Pengembangan Prasarana Transportasi
5. Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya
6. Membantu Menyelesaikan Masalah Sosial dan Kemasyarakatan
G. Ilmu Penunjang Geografi
1. Geologi
adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk permukaan bumi akibat tenaga
dari dalam bumi (endogen: vulkanisme, tektonisme, gempa bumi),termasuk
struktur, komposisi dan sejarahnya.
2. Geomorfologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi serta
perubahannya akibat tenaga dari luar (Exogen: pelapukan, erosi, sedimentasi).
3. Meteorologi
adalah ilmu yang mempelajari atmosfer, yaitu tentang udara, cuaca, suhu,
angin, awan, curah hujan, radiasi matahari, dan sebagainya.
4. Meteorologi
sangat penting bagi informasi cuaca terutama untuk penerbangan, pelayaran,
pertanian dan industri.
5. Hidrologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang air di permukaan bumi/tanah, di bawah
tanah; termasuk sungai, danau, mata air, air tanah dan rawa-rawa
6. Klimatologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim dan kondisi rata-rata
cuaca.
7. Antropologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia khususnya mengenai ciri, warna
kulit, bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.
8. Ekonomi
adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
9. Demografi
adalah ilmu yang mempelajari dan menguraikan tentang penduduk. Komposisi
penduduk, dan jumlah penduduk.
H. Ruang Lingkup Geografi
Ruang lingkup geografi tidak dapat dilepaskan dari aspek manusia dan
lingkungannya. Hubungan manusia dan lingkungannya dapat digunakan untuk
menjelaskan perbedaan wilayah dan persebaran dalam ruang.
Ruang lingkup studi geografi sangat luas, sehingga secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
Ruang lingkup studi geografi sangat luas, sehingga secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Geografi fisis (physical geographhy), yaitu geografi yang mempelajari aspek-aspek fisik seperti batuan, mineral, relief muka bumi, atmosfer, cuaca, iklim, air serta tumbuhan dan hewan.
- Geografi sosial, yaitu geografi yang mempelajari aspek-aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya (antropogeography)
Menurut Rhoads Murphey dalam bukunya “The Scope of geography”, mengemukakan
tentang tiga pokok ruang lingkup studi geografi, yaitu :
- Interaksi antarmanusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah satu keanekaragaman wilayah.
- Persebaran dan keterkaitan penduduk di bumi dengan sejumlah aspek keruangan.
- Kajian terhadap region dan analisis dari region yang mempunyai ciri khusus.
Menurut Hagget (1968), ruang lingkup geografi dibagi menjadi dua
macam, yaitu :
- Geografi Ortodoks, yaitu kajian tentang suatu wilayah atau region dan menganalisa bagian-bagiannya secara sistematik, misalnya untuk faktor manusia atau fisisnya saja. Geografi ortodoks dibagi menjadi geografi sistematik, geografi regional, geografi teknik, dan geografi filsafat.
- Geografi terintegrasi (terpadu), yaitu suatu pendekatan dengan mengintegrasikan elemen-elemen geografi sistematik (yang terdiri atas geografi fisikal dan geografi manusia) dengan geografi regional (yang terdiri atas geografi regional dan geografi kultur). Tiap analisis digolongkan menjadi dua segi, yaitu segi teori dan segi aplikasi.
I. Objek Studi Geografi
Objek studi geografi dapat dibedakan atas dua macam, yaitu objek material
dan objek formal.
a. Objek Material Geografi
Objek material merupakan sasaran atau isi suatu kajian. Adapun yang
termasuk objek kajian geografi adalah fenomena geosfer terdiri dari atmosfer,
cuaca dan iklim, litosfer (lapisan batu-batuan), hidrosfer (lapisan air),
biosfer (lapisan kehidupan flora dan fauna), pedosfer (mempelajari ttg tanah)
dan antroposfer (lapisan kehidupan manusia yang merupakan “tema sentral”
diantara sfera-sfera lainnya).
b. Objek Formal Geografi
Objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji
suatu masalah. Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa
aspek, yakni aspek keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), kewilayahan
(teritorial), dan aspek waktu (temporal).
Dalam mengkaji suatu permasalahan geografi, geografi fisis dan geografi
manusia tidak dapat dipisahkan. Bahkan masing-masing cabang geografi saling
membutuhkan dan saling melengkapi. Oleh karena itu, kajian geografi akan
menyimpang dari tujuannya apabila tidak terjadi konsep penyatuan dalam mengkaji
permasalahan.
D. Cabang-Cabang Ilmu Geografi
Objek kajian dalam geografi sangat luas, karena meliputi segala sesuatu
yang ada di dalam bumi, di permukaan bumi, dan di ruang angkasa. Untuk
memudahkan mempelajari geografi, maka disederhanakan menjadi tiga cabang, yaitu
geografi regional, geografi fisik, dan geografi manusia.
a. Geografi Regional
Geografi Regional adalah geografi yang mempelajari kewilayahan atas dasar
luas dan sempitnya wilayah tersebut. Objek studinya dimulai dari yang paling
luas sampai yang paling sempit. Wilayah tersebut yaitu :
i. Realm Geography
(benua)
ii. Province Geography (kumpulan negara dalam benua)
iii. Regional Geography (negara)
iv. Group Geography (kumpulan daerah dalam negara)
v. Unit Geography (daerah kecil dalam negara)
ii. Province Geography (kumpulan negara dalam benua)
iii. Regional Geography (negara)
iv. Group Geography (kumpulan daerah dalam negara)
v. Unit Geography (daerah kecil dalam negara)
b. Geografi Fisik
Geografi fisik adalah geografi yang mempelajari tentang unsur-unsur alam
asli. Geografi fisik meliputi :
1.
Geomorfologi, yaitu ilmu yang
mempelajari tentang bentuk muka bumi.
2.
Klimatologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang iklim.
3.
Biogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang kehidupan di bumi.
4.
Oseanografi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang lautan.
5.
Geografi tanah, yaitu ilmu yang
mempelajari tentang tanah.
6.
Geofisika, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang sifat-sifat fisik bumi.
7.
Geologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang lapisan batu-batuan pembentuk muka bumi secara keseluruhan, mulai dari
dahulu sampai sekarang.
8.
Hidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang air tanah.
9.
Meteorologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang atmosfer/cuaca
10.
Geografi matematik, yaitu ilmu yang
mempelajari tentang luas, letak dan besar.
11.
Geografi sumber daya, yaitu ilmu yang
mempelajari tentang mineral dan barang tambang yang terdapat di bumi.
12.
Ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang adaptasi manusia dengan lingkungan baik fisik maupun biologis.
13.
Astronomi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang perbintangan, misal untuk pertanian.
14.
Zoologi, yaitu ilmu yang
mempelajari tentang hewan
c. Geografi Manusia
Geografi manusia adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal
balik antara alam dengan manusia. Geografi manusia meliputi :
- Antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan manusia.
- Demografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk.
- Geografi sosial, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara alam dengan manusia.
- Geografi desa-kota, yaitu ilmu yang mempelajari tentang desa dan kota.
- Geografi ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang keadaan ekonomi di suatu tempat.
- Geografi politik, yaitu ilmu yang mempelajari tentang politik di beberapa wilayah geografis.
- Geografi sejarah, yaitu ilmu yang mempelajari tentang sejarah di suatu wilayah geografis.
- Geografi militer, yaitu ilmu yang mempelajari tentang aspek militer ditinjau dari kondisi geografinya.
- Paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang fosil.
- Arkeologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kepurbakalaan.
- Sosiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan.